Minggu, 20 November 2016

INI POS UNTUK 9A

ini foto pensi
KJDF KLAF KLAJ FDLKJAL FJKLAFJLKAFJLKAJ F kladjfjaklfjd klafjklajf lkajf lkajflkajflkajflajfdl kajfl kdjal f jalf alkf lkaf lkadjf lkajfklajfkljadlfj alkjdf lkaj flkaj flkajfl jadlkf jaklf jalkf jaklj fklafj kldajfklajfkajfklajdflkajfkladjf lakjdf klaj fklaj lfkajflkajflkajflkajf klaj fklaj fkla fkla fkla fkal fkal fklajfklajf klajflkfda
ini stelah diperbarui

ini pos ketiga

rafting sukabumi
saya sedang belajar membuat blog di blogger. jadi maklum kalau tampilannya minimalis. yang penting ada kemauan untuk belajar. nanti akan saya perbaiki tampilannya agar lebih indah untuk dilihat.. promise.... kldajflj afj lkasj flaj flj alkfj aslkfj lkasdj flkadsj flkasj flkasj flk jalfk  jaslk fjaslkf jlaksj flkaj flkajflkajflkjalfj alkf jlaj flkaj flkasj flkaj flkj alkfj alkfj aljflajflkaj flkaj flkaj flkaj flkaj flkaj flkajd flkjdklfj lkadj flkadsj flkadsj flkadjs flkajdflkjadlkfjalkjf lkaj fladj flkja lkfj alkdjf klajflkajflkaj flkaj lfkj alkdfj alkdj flkaj dflkajdklfj alkdfj lkajdf lkaj flkaj flkja lkfjalkfj lkas jflaks jflkaj flkaj flkasj dflkaj lfj aslkfj alksdj flkasd jflkdsaj flkjdlfjklasdfj lksdj fdls


Selasa, 15 November 2016

INI POS KE DUA

POS KEDUA YAAAAAA

my lovely boyfriend

Akhirnya hari itu datang juga. Setelah berpacaran selama 3 tahun, Rendy kekasihku resmi melamar. Dan hari ini dia berencana mengajakku berkunjung ke rumah orangtuanya di Surabaya. Aku dan Rendy sama-sama tinggal di kota Malang. Kami sama-sama bekerja di sana.
Aku sama sekali nggak punya family disini. Satu-satunya keluargaku adalah Oma Nonik. Beliau adalah orang yang mengasuhku dari kecil. Sebenernya aku belum bisa dibilang yatim piatu sih! Karena aku sendiri nggak tau apa orangtuaku masih hidup atau sudah meninggal. Oma Nonik menemukanku 19 tahun yang lalu. Waktu itu usiaku masih 5 tahun. Satu-satunya benda yang kubawa waktu itu adalah sebuah liontin berbentuk hati bertuliskan Cinta. Itu sebabnya Oma Nonik memanggilku Cinta.
“Nah! Akhirnya sampai juga”, kata Rendy sambil memasukkan mobilnya di sebuah halaman rumah yang cukup besar dan megah.
“Ini rumah kamu, Ren?”, tanyaku terkagum-kagum.
“Bukan. Ini rumah orangtuaku”, jawab Rendy.
“Ya sama aja kan? Rumah mereka rumah kamu juga. Iya kan?”.
Rendy tersenyum manis. “Udah… Kapan turunnya nih kalo ngobrol terus?”
“Oiya, sampe lupa!”, jawabku sambil membuka pintu mobil.
“Kamu tuh kebiasaan ya? Jadi cewek jangan terlalu mandiri juga kali…”, kata Rendy tiba-tiba.
“Maksud kamu?”
“Aku kan juga pengen sekali-kali memperlakukan kamu seperti seorang putri… Membukakan pintu mobil, kemudian mengulurkan tangan dan…”
“Udah-udah! Nggak usah diterusin! Sok romantis banget sih!”, potongku sambil tertawa geli.
Rendy kemudian mengangkat alisnya dan memanyunkan mulutnya. Biasanya kalo udah gitu dia selalu minta cium.
“Ren, ini di rumah kamu lho…”, kataku mengingatkan.
“Becanda sayang… Masuk yuk!”, ajak Rendy seraya membawa tas koperku yang sudah diambilnya dari bagasi.

SUMBER : http://cerpenmu.com/cerpen-cinta/karena-cinta-2.html